Pohon di Indonesia Pernah Mengeluarkan Api dari Batangnya, tapi Bukan karena Pohonnya Terbakar
Kalau dengar cerita pohon bisa mengeluarkan api dari batangnya, kesannya kayak adegan film horor atau cerita mistis, ya. Tapi kejadian seperti ini ternyata pernah benar-benar terjadi di Indonesia. Salah satu yang sempat bikin heboh adalah pohon sukun di Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, yang pada September 2024 terlihat mengeluarkan api dari beberapa bagian batang dan rantingnya. Warga bahkan menemukan sekitar tujuh titik api.
Beberapa fakta unik di balik pohon yang terlihat “mengeluarkan api”:
- Batangnya ternyata sudah tua dan keropos. Pohon sukun tersebut diperkirakan sudah berusia puluhan tahun. Bagian dalam batangnya dilaporkan sudah kering dan mengalami pelapukan, sehingga jauh lebih mudah terbakar dibandingkan kayu yang masih sehat dan lembap.
- Cuaca panas bisa menjadi pemicu. Saat musim kemarau, bagian kayu yang kering memiliki kadar air lebih rendah. Kondisi ini membuat material di dalam batang lebih mudah mencapai kondisi yang mendukung pembakaran.
- Angin ternyata punya peran penting. Dalam kasus di Sumenep, gesekan akibat pergerakan pohon dan angin disebut sebagai salah satu pemicu munculnya api. Secara sederhana, gesekan dapat menghasilkan panas, sementara kayu kering menjadi bahan yang mudah terbakar.
- Api terlihat seperti “keluar” dari batang. Karena bagian dalam pohon sudah berlubang atau keropos, api bisa muncul melalui celah-celah pada batang. Dari luar, fenomenanya memang terlihat seolah-olah pohon sedang menghasilkan api sendiri.
- Tidak selalu berarti seluruh pohon langsung terbakar. Bagian yang terbakar bisa berupa jaringan kayu mati, serpihan kayu, atau material kering di dalam rongga batang. Jadi, pohonnya terlihat masih berdiri, tetapi bagian tertentu di dalamnya sudah mengalami pembakaran.
Yang bikin fenomena ini makin menarik adalah kemunculan apinya sempat terlihat seperti mengikuti hembusan angin. Ketika angin bergerak, bara atau api kecil di dalam bagian pohon yang kering dapat memperoleh lebih banyak oksigen sehingga nyalanya menjadi lebih jelas. Prinsipnya sebenarnya sederhana: api membutuhkan bahan bakar, panas, dan oksigen. Ketika ketiganya bertemu di bagian pohon yang sangat kering, kebakaran lokal bisa terjadi. Jadi, bukan berarti batang pohon memiliki kemampuan misterius untuk memproduksi api. Kasus di Sumenep juga telah dipastikan sebagai fenomena alam, bukan kejadian gaib. Bahkan pohon tersebut akhirnya roboh karena kondisinya sudah tua, kering, dan terbakar.
Jadi, kalau suatu hari melihat pohon mengeluarkan api dari batangnya, jangan buru-buru menghubungkannya dengan hal mistis. Bisa jadi, di balik penampakan yang bikin merinding itu ada kombinasi kayu tua, kondisi kering, panas, angin, dan proses pembakaran yang sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah.